Helaran Cianjur Fest 2026, Saat Budaya Lokal Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Berita, Cianjur26 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Helaran budaya Cianjur Fest 2026 yang menjadi rangkaian puncak Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia disambut antusias masyarakat dan pelaku usaha kecil di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Digelar Sabtu (22/8/2026), kegiatan bertajuk “Rahayat Raksa Raharja” itu tak hanya dinilai menjadi ruang pelestarian seni dan budaya daerah, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Ribuan warga dari berbagai wilayah Cianjur diperkirakan memadati jalur helaran untuk menyaksikan beragam kesenian dan atraksi budaya.

banner 336x280

Bagi pelaku usaha kecil, tingginya antusiasme masyarakat menjadi peluang untuk meningkatkan omzet. Sejumlah pedagang bahkan telah menyiapkan tambahan stok dagangan untuk mengantisipasi lonjakan pembeli selama kegiatan berlangsung.

Yulia (45), pedagang usaha kecil di Jalan Siliwangi, mengaku menyambut baik pelaksanaan helaran yang menurutnya menjadi momentum tahunan yang selalu menarik perhatian masyarakat.

“Pasti bakal banyak warga yang menonton. Kalau ada agenda pawai biasanya warga datang dari mana-mana. Saya nanti mau banyakin barang jualan. Mudah-mudahan laku sehingga bisa menambah penghasilan,” kata Yulia.

Harapan serupa disampaikan Ayu dan Oop, pasangan suami istri yang menjalankan usaha warung nasi di Gang Kirana, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur.

Mereka meyakini kepadatan warga di sekitar lokasi kegiatan dapat memberikan dampak langsung terhadap penjualan makanan dan minuman yang mereka jajakan.

“Pasti ramai. Banyak warga yang datang. Acaranya katanya dari pagi. Mudah-mudahan jualan saya bisa laris manis,” kata mereka.

Jadi Magnet Pertunjukan Seni dan Budaya

Antusiasme juga datang dari masyarakat yang sengaja menyaksikan helaran untuk menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Cianjur.

Azis Abdul Malik (36), warga Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah, mengaku telah berencana datang untuk menyaksikan langsung rangkaian helaran.

Menurutnya, salah satu daya tarik yang selalu dinantikan masyarakat adalah penampilan Kuda Kosong, yang telah menjadi salah satu ikon dalam berbagai pawai budaya di Cianjur.

“Salah satunya Kuda Kosong. Ini jadi ciri khas setiap ada pawai,” ujar Azis.

Helaran akan mengambil titik awal di Jalan Perintis Kemerdekaan atau kawasan Jebrod. Peserta kemudian bergerak melalui Jalan Prof. Moch. Yamin, Jalan KH Hasyim Ashari (Warujajar), Jalan Mangunsarkoro, dan Jalan A. Sucipta.

Rangkaian arak-arakan selanjutnya berakhir di panggung kehormatan di Jalan Siliwangi, tepat di depan kompleks Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Tidak hanya helaran, rangkaian kegiatan juga akan berlanjut pada malam hari melalui acara Gema Syiar yang menghadirkan Ustaz Dennis Lim serta musisi religi Opick.

Pemkab Tekankan Pelestarian Budaya

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menilai pelaksanaan helaran memiliki manfaat ganda, yakni memperkuat pelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas warga.

“Ini akan banyak membawa manfaat bagi masyarakat dan pelestarian budaya di Kabupaten Cianjur,” kata Wahyu.

Ia mengakui penyelenggaraan kegiatan tersebut berlangsung di tengah kondisi keuangan daerah yang tengah menjalani efisiensi. Namun, pemerintah daerah tetap melihat adanya nilai strategis dari kegiatan budaya yang dapat menjadi hiburan masyarakat sekaligus menarik perhatian wisatawan yang sedang berkunjung ke Cianjur.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya menyangkut aspek ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga identitas dan nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Kita juga harus menjunjung nilai-nilai budaya yang tentunya harus dilestarikan,” pungkasnya.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *